Dear,...
Tersenyum dalam keheningan malam, matamu menerawang jauh ke langit gelap.
Beankmu mengulas kembali kejadian fajar tadi. Melihatnya tersenyum tulus, sesekali tertawa lepas.
Dari tempatmu berdiri, fokusmu berpindah. Darinya, lalu pada orang yang tengah bersamanya.
Seketika air matamu menggenang, bibirmu mengukir senyum miris.
Detik berikutnya, air matamu mengalir, entah untuk keberapa kalinya, kamu pun tak tahu.
Yang kamu tahu, semua itu karena DIA.
Kamu terluka, lagi, dan itu karena dia. Sakitnya melebur dengan sakit yang sebelumnya.
Membuatnya kembali berdarah sebelum yang lalu mengering.
Kamu menangis, lagi, itu karena dia pula...
Jika sudah begitu, Haruskah Dia Tahu?
Jika iya, apa kamu akan senang melihatnya merasa bersalah?
Apa kamu bahagia melihatnya sedih?
Oke, untuk semua pertanyaanku, kamu menggeleng.
Jika aku bertanya, apa kamu mencintainya?
"Untuk saat ini aku bisa katakan YA. Tapi kuharap aku katakan TIDAK untuk hari nanti =')"
Right, NICE ANSWER =))

Tersenyum dalam keheningan malam, matamu menerawang jauh ke langit gelap.
Beankmu mengulas kembali kejadian fajar tadi. Melihatnya tersenyum tulus, sesekali tertawa lepas.
Dari tempatmu berdiri, fokusmu berpindah. Darinya, lalu pada orang yang tengah bersamanya.
Seketika air matamu menggenang, bibirmu mengukir senyum miris.
Detik berikutnya, air matamu mengalir, entah untuk keberapa kalinya, kamu pun tak tahu.
Yang kamu tahu, semua itu karena DIA.
Kamu terluka, lagi, dan itu karena dia. Sakitnya melebur dengan sakit yang sebelumnya.
Membuatnya kembali berdarah sebelum yang lalu mengering.
Kamu menangis, lagi, itu karena dia pula...
Jika sudah begitu, Haruskah Dia Tahu?
Jika iya, apa kamu akan senang melihatnya merasa bersalah?
Apa kamu bahagia melihatnya sedih?
Oke, untuk semua pertanyaanku, kamu menggeleng.
Jika aku bertanya, apa kamu mencintainya?
"Untuk saat ini aku bisa katakan YA. Tapi kuharap aku katakan TIDAK untuk hari nanti =')"
Right, NICE ANSWER =))