Translate / 翻訳する / 번역

Selasa, 11 Desember 2012

Dear You_Must Know

Dear,...
Tersenyum dalam keheningan malam, matamu menerawang jauh ke langit gelap.
Beankmu mengulas kembali kejadian fajar tadi. Melihatnya tersenyum tulus, sesekali tertawa lepas.
Dari tempatmu berdiri, fokusmu berpindah. Darinya, lalu pada orang yang tengah bersamanya.
Seketika air matamu menggenang, bibirmu mengukir senyum miris.
Detik berikutnya, air matamu mengalir, entah untuk keberapa kalinya, kamu pun tak tahu.
Yang kamu tahu, semua itu karena DIA.
Kamu terluka, lagi, dan itu karena dia. Sakitnya melebur dengan sakit yang sebelumnya.
Membuatnya kembali berdarah sebelum yang lalu mengering.
Kamu menangis, lagi, itu karena dia pula...
Jika sudah begitu, Haruskah Dia Tahu?
Jika iya, apa kamu akan senang melihatnya merasa bersalah?
Apa kamu bahagia melihatnya sedih?
Oke, untuk semua pertanyaanku, kamu menggeleng.
Jika aku bertanya, apa kamu mencintainya?
"Untuk saat ini aku bisa katakan YA. Tapi kuharap aku katakan TIDAK untuk hari nanti =')"
Right, NICE ANSWER =))

Dear You_Just Wanna be Memory

Dear,...
Menatap hampa pada selembar kertas putih didepanmu. Menghela nafas sejenak, lalu mencurahkan isi hatimu pada kertas itu.
Satu demi satu kata membentuk kalimat. Dengan makna berbeda ditiap kalimatnya.
Helaan nafasmu makin berat dan panjang begitu jemarimu menulis namanya.
Dan bersamaan dengan itu, perlahan air matamu menetes, membasahi kertas dalam genggamanmu.
Kamu mengusapnya perlahan, tapi ia tetap mengalir.
Kamu menghela nafas untuk kesekian kalinya. Demi mengurangi sesak didadamu, dan menahan perih yang mendera pada luka
yang baru terukir karena kejadian itu. Peristiwa yang membuatmu sakit sesakit-sakitnya.
Ia tersenyum... bersama orang lain =')
Kenyataan itu, menghantammu bagai godam.
Mencabik perasaanmu tanpa ampun.
Melukai hatimu untuk kesekian kalinya.
Lagi-lagi, kamu ingin pergi. Lagi-lagi kamu ingin berlari. Dan lagi-lagi, usahamu itu sia-sia.
Kenapa?
Karena hatimu, saat ini, untuknya. Karena benakmu masih dipenuhi oleh bayangannya. Karena jasadmu masih terpaku padanya.
Membuatmu akhirnya pasrah, berusaha mengikuti kemana aliran itu mengalir.
Berusaha menahan sakit setiap matamu melihatnya.
Berusaha menutupi semuanya dengan baik, dan menganggap tak pernah terjadi apa-apa.
Menganggap bahwa kamu baik-baik saja.
Dan akan tetap mengaguminya dalam hati.
Hingga suatu saat nanti, rasa itu akan menjadi KENANGAN.

Dear You_Any Love


Dear,...
Duduk termangu menatap langit senja. Rona jingganya indah dan menyejukkan.
Namun hancur seketika saat bayangnya berkelebat dalam benak. Membuatmu refleks menitihkan air mata.
Entah kenapa, kamu pun tak tahu. Padahal, selama ini hubunganmu dengannya baik-baik saja.
Masih tetap seperti dulu... mengaguminya dalam diam, mencintainya dalam hening dan...
terpaku dalam sebuah status. Teman =')
Hanya teman, yah.. karena kamu memang tak pernah menginginkan lebih.
Cukup teman. Teman baik yang kadang kala cemburu melihatnya bersama gadis lain. Hhh, jika sudah begitu.
Hanya menghela nafas yang dapat kamu lakukan. Setidaknya itu cukup untuk mengurangi sesak yang melanda paru-paru
dan sakit yang menerpa hati.
Rasanya ingin pergi, melupakan dan bebas. Tapi bayangannya menjeratmu. Menjadikanmu sandera tanpa kejahatan yang terkurung
dalam dekap siluetnya.
Kurasa, usahamu itu sia-sia. Karena sadar atau tidak kamu, otakmu, hatimu dan ragamu dipenuhi oleh namanya,
senyumannya, dan segala tentangnya. Dalam dua waktu yang berbeda. Sekarang dan entah sampai kapan.
Yang kutanyakan adalah, mampukah kamu bertahan?
Sanggupkah kamu hanya memandang dari jarak sekian meter?
Masihkah kamu berdiri dengan keputusanmu?
Atau akan goyah?
Hei, jangan melamun. Terlalu lama berfikir akan membuatmu bimbang.
Hhh, sudahlah, tanpa kamu jawab aku sudah tau jawabanmu.
"Masih."
"Sanggup", dan...
"Tidak akan goyah."
Kenapa?
"Karena kamu punya cukup banyak cinta untuk menopang hidupmu" =)