Translate / 翻訳する / 번역

Selasa, 11 Desember 2012

Dear You_Just Wanna be Memory

Dear,...
Menatap hampa pada selembar kertas putih didepanmu. Menghela nafas sejenak, lalu mencurahkan isi hatimu pada kertas itu.
Satu demi satu kata membentuk kalimat. Dengan makna berbeda ditiap kalimatnya.
Helaan nafasmu makin berat dan panjang begitu jemarimu menulis namanya.
Dan bersamaan dengan itu, perlahan air matamu menetes, membasahi kertas dalam genggamanmu.
Kamu mengusapnya perlahan, tapi ia tetap mengalir.
Kamu menghela nafas untuk kesekian kalinya. Demi mengurangi sesak didadamu, dan menahan perih yang mendera pada luka
yang baru terukir karena kejadian itu. Peristiwa yang membuatmu sakit sesakit-sakitnya.
Ia tersenyum... bersama orang lain =')
Kenyataan itu, menghantammu bagai godam.
Mencabik perasaanmu tanpa ampun.
Melukai hatimu untuk kesekian kalinya.
Lagi-lagi, kamu ingin pergi. Lagi-lagi kamu ingin berlari. Dan lagi-lagi, usahamu itu sia-sia.
Kenapa?
Karena hatimu, saat ini, untuknya. Karena benakmu masih dipenuhi oleh bayangannya. Karena jasadmu masih terpaku padanya.
Membuatmu akhirnya pasrah, berusaha mengikuti kemana aliran itu mengalir.
Berusaha menahan sakit setiap matamu melihatnya.
Berusaha menutupi semuanya dengan baik, dan menganggap tak pernah terjadi apa-apa.
Menganggap bahwa kamu baik-baik saja.
Dan akan tetap mengaguminya dalam hati.
Hingga suatu saat nanti, rasa itu akan menjadi KENANGAN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar