Dear,...
Duduk termangu menatap langit senja. Rona jingganya indah dan menyejukkan.
Namun hancur seketika saat bayangnya berkelebat dalam benak. Membuatmu refleks menitihkan air mata.
Entah kenapa, kamu pun tak tahu. Padahal, selama ini hubunganmu dengannya baik-baik saja.
Masih tetap seperti dulu... mengaguminya dalam diam, mencintainya dalam hening dan...
terpaku dalam sebuah status. Teman =')
Hanya teman, yah.. karena kamu memang tak pernah menginginkan lebih.
Cukup teman. Teman baik yang kadang kala cemburu melihatnya bersama gadis lain. Hhh, jika sudah begitu.
Hanya menghela nafas yang dapat kamu lakukan. Setidaknya itu cukup untuk mengurangi sesak yang melanda paru-paru
dan sakit yang menerpa hati.
Rasanya ingin pergi, melupakan dan bebas. Tapi bayangannya menjeratmu. Menjadikanmu sandera tanpa kejahatan yang terkurung
dalam dekap siluetnya.
Kurasa, usahamu itu sia-sia. Karena sadar atau tidak kamu, otakmu, hatimu dan ragamu dipenuhi oleh namanya,
senyumannya, dan segala tentangnya. Dalam dua waktu yang berbeda. Sekarang dan entah sampai kapan.
Yang kutanyakan adalah, mampukah kamu bertahan?
Sanggupkah kamu hanya memandang dari jarak sekian meter?
Masihkah kamu berdiri dengan keputusanmu?
Atau akan goyah?
Hei, jangan melamun. Terlalu lama berfikir akan membuatmu bimbang.
Hhh, sudahlah, tanpa kamu jawab aku sudah tau jawabanmu.
"Masih."
"Sanggup", dan...
"Tidak akan goyah."
Kenapa?
"Karena kamu punya cukup banyak cinta untuk menopang hidupmu" =)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar