Sejenak, semua terasa indah, seindah bunga yang ada di taman, seindah ilalang yang bergoyang dihembus angin. Tapi hanya sejenak. Karena sesudahnya, kamu disentakkan dengan kenyataan yang... uhm, pahit. Jika sudah begitu, semua terasa hitam putih. Blur, membaur dengan harapan kosong yang lain, yang pernah ada. T_T
Sakit? Jelas, apalagi hati seorang perempuan itus serapuh kapas. Tapi jika terus dijadikan khayalan yang ada hanya menambah luka jika pada akhirnya kenyataan yang menyadarakanmu lebih pahit dan lebih menyakitkan dari sebelumnya. Yang memberitahumu bahwa `Dia benar-benar bukan untukmu`. Mungkin jika dengan mudahnya air mata itu keluar, kamu akan menangis sejadinya di tempatmu berpijak. Tempatmu melihatnya menyerahkan hatinya untuk gadis berparas cantik dihadapannya. Dan saat itu pula hatimu hancur berkeping, patah berserak. Menjadi sampah yang tak berguna ='(
Sakit, sangat sakit. Bagai ribua panah dan tombak menyerbu dan terhempas tepat di hati kecilmu. Tapi...
Hei, sadar teman =) Itu semua hanya cerita fiksi karanganku yang belum tentu terjadi. Jadi kembalilah berharap dan berusaha selama cerita fiksi itu masih berwujud fiksi, bukan NYATA ^-^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar